KPK Ungkap Dana Bencana BNPB yang Dikorupsi Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar!

Yuwantoro Winduajie
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein. (Foto : Arif Julianto)

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penggunaan dana pengadaan penanggulangan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membeli saham PT MDLA senilai Rp30,98 miliar melalui PT AVE. Dugaan tersebut menjadi bagian dari penyidikan kasus korupsi dana siap pakai (DSP) BNPB dengan nilai pengadaan mencapai Rp148 miliar pada 2024-2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, penyidik menemukan dua klaster dugaan korupsi, yakni konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa serta pemberian suap kepada sejumlah pejabat terkait pengadaan.

KPK telah menetapkan lima tersangka, yakni Bima Setyawan dan Richard Erlangga selaku tenaga ahli Kepala BNPB, Gabriel Purwaka Sigit selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) sekaligus Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB, serta dua pihak swasta, Gery P dan Syifa N G.

Taufik menjelaskan, perkara ini bermula dari penggunaan DSP untuk penanggulangan berbagai bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Papua, gempa di Nusa Tenggara Timur, serta banjir di Aceh dan Sumatera.

“Namun demikian, dalam proses penggunaan DSP tersebut, KPK kemudian menemukan adanya dugaan konflik kepentingan dan indikasi suap,” kata Achmad dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (16/10/2026).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
1 hari lalu

KPK Ungkap 2 Klaster Korupsi Dana Bencana BNPB: Pengadaan Rp148 Miliar dan Dugaan Suap

19 jam lalu

BEI Klaim Reformasi Pasar Saham Didukung Investor Global, MSCI Masih Minta Bukti

1 hari lalu

KPK: Adik Eks Kepala BNPB dan 4 Tersangka Lain Korupsi Dana Banjir Sumatra hingga Karhutla

1 hari lalu

812 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 11,57 Persen ke 5.185

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal