KPK Ungkap Dana Bencana BNPB yang Dikorupsi Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar!

Yuwantoro Winduajie
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein. (Foto : Arif Julianto)

Dia menjelaskan, PT AVE memiliki 150,4 juta lembar saham PT MDLA atau setara 1,07 persen kepemilikan. Dengan harga saham Rp206 per lembar pada 13 Oktober 2026, nilai saham tersebut mencapai Rp30,98 miliar.

Selain dugaan penyalahgunaan dana pengadaan untuk membeli saham, KPK mengusut dugaan permintaan fee kepada penyedia barang dan jasa agar mendapatkan paket pengadaan BNPB.

“Bahwa dalam proses pengadaan tahun 2026, Saudara RIC selaku Tenaga Ahli Kepala Badan diduga meminta fee kepada penyedia agar pihak vendor mendapat paket pengadaan yang dimaksud,” ujanya.

KPK menduga Richard Erlangga (RIC) menerima uang melalui perantara dari Gery P (GER), direktur PT TLS, sebesar Rp2,38 miliar selama periode Januari-September 2026.

“Dan dalam periode yang sama, Saudara GER juga diduga memberikan uang kepada Saudara GPS selaku PPK dan juga Kepala Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB sebesar Rp140 juta,” katanya.

KPK turut mengungkap dugaan penerimaan oleh Gabriel Purwaka Sigit (GPS), berupa uang tunai Rp1,7 miliar, 7.500 dolar AS, 9.000 dolar Singapura, 56 keping emas seberat 133 gram, serta tabungan emas seberat 192 gram. Barang-barang tersebut disebut antara lain berasal dari sejumlah vendor pengadaan di lingkungan BNPB.

Dalam penyidikan kasus ini, KPK menyita barang bukti dengan nilai keseluruhan sekitar Rp5,47 miliar, meliputi uang tunai, mata uang asing, emas, tabungan emas, dan aset kripto.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
22 jam lalu

KPK Ungkap 2 Klaster Korupsi Dana Bencana BNPB: Pengadaan Rp148 Miliar dan Dugaan Suap

16 jam lalu

BEI Klaim Reformasi Pasar Saham Didukung Investor Global, MSCI Masih Minta Bukti

23 jam lalu

KPK: Adik Eks Kepala BNPB dan 4 Tersangka Lain Korupsi Dana Banjir Sumatra hingga Karhutla

24 jam lalu

812 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 11,57 Persen ke 5.185

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal