Terkait penambahan personel, dia menjelaskan kebutuhan prajurit berkaitan dengan luas wilayah Indonesia yang berbentuk kepulauan dan beragamnya tugas TNI AD, termasuk membantu masyarakat saat terjadi bencana.
“Jadi itu kenapa kita perbanyak personel-personel kita. Jadi kita tidak berpikiran militerisme, militarism, whatever, segala. Tidak juga, tidak mikir gitu,” ujarnya.
Maruli turut memaparkan program pembangunan 5.000 jembatan yang ditargetkan rampung tahun ini. Dari target tersebut, sebanyak 2.828 jembatan telah selesai dibangun.
“Sudah selesai 2.828. Ini ada juga yang memang 170-an yang kita kerjakan secara swakelola dulu sebelum pakai anggaran Presiden,” katanya.
Selain itu, TNI AD menjalankan program penyediaan air bersih dengan melatih personel di daerah agar mampu melakukan survei secara mandiri. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya pembangunan.