Kunjungi Sumba Barat Daya, Moeldoko Beberkan Tips agar Petani Jadi Kaya

Binti Mufarida
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko bertemu sejumlah petani di Desa Anaengge Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko bertemu sejumlah petani di Desa Anaengge Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sana Moeldoko memberi tahu sejumlah cara agar petani bisa kaya. 

Saat berdialog dengan warga, Moeldoko mangatakan wilayah tersebut relatif datar dan subur serta diharapkan bisa menjadi tulang punggung pertanian. Terlebih, di lokasi ini baru dilakukan pembukaan lahan baru seluas 3.000 hektare. 

Namun sampai saat ini, lahan yang tergarap baru 1.000 hektare. Irigasi yang tak merata menjadi persoalan utama.

“Saya harap pemerintah daerah setempat segera bisa menyelesaikan persoalan irigasi ini. Sayang sekali, potensi yang begitu besar tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Moeldoko dalam keterangan yang diterima, Sabtu (26/2/2022).

Sebagai informasi, desa Anaengge dan beberapa desa lainnya di Sumba Barat Daya rata-rata memiliki sumber air melimpah. Hanya saja pengaliran sumber air ke lahan pertanian tidak merata.

Pembangunan pipa-pipa untuk irigasi tidak bisa menjangkau ke seluruh lahan milik petani. Pemerintah daerah Sumba Barat Daya mengaku tidak banyak memiliki anggaran.

Mantan Panglima TNI periode 2013-2015 itu mengatakan persoalan irigasi menjadi atensi presiden Joko Widodo. Sebab, selama ini produksi pertanian dirasa kurang maksimal karena persoalan pengairan. Karena itu, kata Moeldoko pembangunan bendungan masuk dalam program prioritas nasional.

“Pemerintah pusat gencar membangun bendungan untuk mengatasi masalah irigasi. Harusnya ini menjadi pendorong bagi pemerintah-pemerintah di daerah untuk melakukan hal yang sama. Saya akan sampaikan kepada kementerian teknis terkait, agar bisa mendorong pembangunan irigasi di sini (Sumba Barat Daya),” tutur Moeldoko.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
14 hari lalu

Bapanas Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Tembus Rp80.000 per Kg

Nasional
23 hari lalu

Hasto PDIP Singgung Kisah Pilu Siswa SD di NTT: Menggugah Kemanusiaan

Nasional
23 hari lalu

Menteri PPPA Prihatin Siswa SD Akhiri Hidup di NTT: Tak Punya Tempat Bercerita

Nasional
24 hari lalu

Rieke Diah Pitaloka Soroti Kasus Bunuh Diri Anak di Ngada, Singgung Kemiskinan dan Data Bantuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal