Pertumbuhan laba turut mengerek laba bersih per saham dasar ANTM menjadi Rp265,85 per saham pada semester I-2026. Nilai tersebut naik 36 persen YoY dibandingkan Rp195,43 per saham dasar pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, produksi dan penjualan komoditas tambang ANTM tetap terjaga. Perseroan mencatat penjualan bersih Rp62,71 triliun pada semester I-2026, naik 6 persen YoY dari Rp59,02 triliun.
Pasar domestik menjadi kontributor terbesar dengan nilai penjualan Rp60,15 triliun atau 96 persen dari total penjualan bersih ANTM.
Besarnya kontribusi pasar dalam negeri didukung strategi perseroan memperkuat penetrasi pelanggan lokal untuk komoditas emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.
“Capaian kinerja operasional ANTM pada semester I-2026 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” tambah Untung.