Ledakan terjadi di dalam kawasan industri milik Pertamina, bukan di area permukiman warga. Meski demikian, suara ledakan terdengar hingga beberapa kilometer dan sempat memicu kepanikan warga sekitar.
AKBP Dony menyampaikan, sterilisasi masih berlangsung di area dalam kawasan pipa gas Pertamina. Sementara aparat TNI dan Polri telah disiagakan di area luar hingga ke ring 4 guna mencegah warga mendekat ke lokasi kejadian.
"Kondusif, masyarakat tenang, enggak usah panik. Aparat TNI dan Polri sudah di sini," ujar Kapolres.
Insiden tersebut menyebabkan dua karyawan mengalami luka bakar serius. Mereka adalah Asep Andan, warga GSK 1 Cilaja, yang mengalami luka bakar hingga 80 persen, serta Andi Irawan, warga Cidahu, dengan luka bakar sekitar 9 persen.
"Keduanya dibawa ke RS Hamori Subang untuk mendapatkan penanganan medis," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Hingga kini, keduanya masih menjalani perawatan intensif. Pihak Pertamina juga tengah memfokuskan proses sterilisasi di area dalam kawasan pipa. Pihak kepolisian dan Pertamina terus berkoordinasi untuk mengamankan lokasi serta menyelidiki penyebab pasti dari kebocoran dan ledakan tersebut.