Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit ditebak, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor.
Apabila kondisi ini terus berlanjut, Moody’s memperkirakan akan menggerus kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama dibangun. Meski begitu, Moody’s tetap mempertahankan rating Indonesia di Baa2. Artinya, Indonesia masih tergolong di kelompok investment grade.
Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia menurun pada Januari 2026, mencapai 154,6 miliar dolar AS, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 156,5 miliar dolar AS.
Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.
Meski turun, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.870-Rp16.920 per dolar AS. Menurut Ibrahim, untuk pekan depan rupiah berpotensi dalam rentang Rp16.750- Rp17.200.