Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.722 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah melemah 29 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp17.722 per dolar AS pada perdagangan, Senin (31/8/2026). (Foto: Dok. iNews)

Pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole menekankan bahwa fokus utama bank sentral saat ini seharusnya adalah stabilitas harga, yang mendorong pasar untuk meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed di bulan September. Warsh masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen. 

Warsh menyatakan bahwa The Fed perlu yakin bahwa inflasi inti bergerak menuju targetnya, seraya menambahkan bahwa jika tidak demikian, para pembuat kebijakan masih memiliki pekerjaan rumah. 

Dari sentimen dalam negeri, ketidakpastian geopolitik global dan lonjakan harga energi berpotensi semakin membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). 

Kondisi tersebut dinilai menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan reformasi terhadap skema subsidi dan kompensasi energi. Adapun, hingga akhir Juni 2026, realisasi subsidi dan kompensasi energi tercatat telah mencapai sekitar Rp233 triliun.

Angka tersebut diperkirakan masih akan meningkat hingga akhir tahun dan berpotensi memberikan tekanan lebih besar terhadap fiskal pada 2027.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 hari lalu

Panas Lagi! Iran Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS di Selat Hormuz

1 hari lalu

Setelah Yordania, Rudal Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Uni Emirat Arab

1 hari lalu

Trump Posting Video AI AS Ngebom Pulau Kharg Iran: Hancur Berkeping-keping!

1 hari lalu

Banjir Bandang Terjang Grand Canyon AS, Puluhan Orang Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal