Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambruk ke Rp18.022 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 30 poin atau sekitar 0,17 persen ke 18.022 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Ilustrasi/Dok. iNews)

"Deviasi kedua asumsi dasar ekonomi makro ini dapat berefek pada pergeseran postur APBN, baik pendapatan, belanja serta defisit. Untuk tingkat imbal hasil SBN, salah satu hal yang diwaspadai adalah efek sentimen negatif penilaian terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI)," kata Ibrahim.

Apabila merujuk pada outlook APBN pertengahan 2026, pemerintah memproyeksikan defisit fiskal melebar dari target Rp689,1 triliun (2,68 persen PDB) ke Rp734,3 triliun (2,85 persen PDB). Proyeksi defisit ini turut dirancang dengan peningkatan imbal hasil surat utang pemerintah tenor 10 tahun dari target APBN 6,9 persen ke kisaran sampai 7,1 persen.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp18.020-Rp18.070 per dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 jam lalu

Trump Akan Ubah Nama Negara Bagian New Mexico Jadi New America: Pendapatan Akan Meningkat!

11 jam lalu

Lagi, Arab Saudi Cegat Drone Houthi di Langit Madinah

13 jam lalu

BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya

14 jam lalu

Pengumuman Suku Bunga BI bakal Lebih Cepat Hari Ini, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal