Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambruk ke Rp18.022 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 30 poin atau sekitar 0,17 persen ke 18.022 per dolar AS pada perdagangan, Rabu (21/10/2026). (Foto: Ilustrasi/Dok. iNews)

Di Amerika Serikat, laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan September tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reseve mungkin akan kembali menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, seiring dengan upaya bank sentral tersebut untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen. 

Agenda ekonomi AS pekan ini cukup sepi. Para pejabat The Fed telah memasuki periode "blackout" (masa tenang) menjelang pertemuan The Fed yang akan dilaksanakan minggu depan.

Dari sentimen dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen. Namun, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 5 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Selain itu, sebelumnya Kementerian Keuangan optimistis defisit APBN 2026 akan tetap di bawah batas 3 persen terhadap PDB meski terdapat risiko kenaikan imbal hasil atau yield SBN hingga harga minyak dunia. 

Otoritas fiskal setidaknya memproyeksikan level defisit tetap berada sesuai outlook pertengahan tahun, yakni 2,85 persen terhadap PDB.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 jam lalu

Trump Akan Ubah Nama Negara Bagian New Mexico Jadi New America: Pendapatan Akan Meningkat!

11 jam lalu

Lagi, Arab Saudi Cegat Drone Houthi di Langit Madinah

13 jam lalu

BI Diproyeksi Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen, Ini Alasannya

14 jam lalu

Pengumuman Suku Bunga BI bakal Lebih Cepat Hari Ini, Ada Apa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal