Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel: Dicibir, Ditekan dan Digugat ke WTO

Iqbal Dwi Purnama
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)

Meski demikian, Luhut menegaskan bahwa perjalanan hilirisasi belum selesai. Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan manfaat hilirisasi dapat dirasakan lebih luas oleh daerah penghasil dan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Menurutnya, pengusaha nasional dan daerah juga harus didorong untuk naik kelas dan masuk lebih jauh dalam rantai nilai industri. Selain itu, penguasaan teknologi oleh sumber daya manusia Indonesia serta penerapan standar lingkungan dan keselamatan kerja menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

"Manfaat hilirisasi harus lebih adil bagi daerah dan masyarakat sekitar industri. Pengusaha nasional, pengusaha daerah harus naik kelas dalam rantai nilai. Teknologi harus dikuasai anak bangsa, standar lingkungan serta keselamatan tidak bisa ditawar," tuturnya.

Luhut menambahkan, tuntutan pasar global terhadap produk yang lebih ramah lingkungan juga semakin tinggi. Karena itu, menurutnya, penerapan standar lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan bagian dari syarat daya saing industri Indonesia di pasar dunia.

"Pasar dunia semakin menuntut pasokan yang bersih, jadi ini bukan lagi pilihan, ini syarat daya saing," kata Luhut.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
23 hari lalu

Ini Isi Pembicaraan Prabowo dan Luhut dalam Pertemuan 3 Jam di Hambalang 

24 hari lalu

Prabowo Panggil Luhut hingga Chatib Basri ke Hambalang, Ada Apa?

2 bulan lalu

Luhut Ungkap Bansos Nanti Tak Lagi Barang: Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang

2 bulan lalu

Luhut: MBG Program yang Baik, Hanya Pengelolaannya Perlu Ditata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal