Lalu, ada lulusan termuda program Sarjana diraih oleh Nur Nisrina Hanif Rifda dari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, dengan usia 19 tahun 10 bulan 12 hari.
Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Ova mengatakan pada tahun 2045 diperkirakan akan ada peningkatan jumlah penduduk dunia menjadi 9,45 miliar. Adapun, 55 persen di antaranya didominasi oleh penduduk Asia.
Oleh karena itu, ia memperkirakan akan ada tren urbanisasi global, arus migrasi, bonus demografi negara berkembang dan penduduk usia lanjut, perubahan iklim akibat peningkatan suhu global, serta perubahan geopolitik yang mampu memengaruhi ekosistem global di masa depan.
“Indonesia di masa depan harus memiliki sumber daya manusia unggul sekaligus menjadi pusat pendidikan serta peradaban, berdaya di bidang teknologi, hingga memiliki kemandirian yang berpengaruh di Asia Pasifik dan menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia. Di mana ketahanan pangan, ketahanan energi, dan komitmen terhadap lingkungan hidup menjadi prinsip utama pembangunan sebagai satu kesatuan siklus hidup,” ujar dia dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (26/5/2023).
Ova menjelaskan, cita-cita luhur ini perlu didukung dengan penguatan pembangunan Sumber Daya Manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk membentuk SDM unggul, berkarakter, berbudaya, beretos kerja, dan tangkas berteknologi untuk mempercepat pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Harapannya Indonesia bisa keluar dari middle income trap sebelum tahun 2045 agar setara dengan negara berpendapatan tinggi. Di mana kemiskinan dan ketidaksetaraan menjadi bagian dari problem yang perlu diatasi bersama,” kata Ova.