Marak Terorisme, PBNU: Ada Kekeliruan dalam Memahami Jihad

Felldy Aslya Utama
Ketua PBNU, Robikin Emhas menyayangkan adanya pemahaman keliru tentang jihad yang berujung aksi terori. (Foto: PBNU)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menilai ada pemahaman yang keliru terkait aksi terorisme di Indonesia sebagai bentuk jihad. Pernyataan itu disampaikan menanggapi aksi teror di Makassar dan Jakarta yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari seminggu.

Selain itu, Robikin menegaskan PBNU menolak pemahaman yang menyebut Indonesia sebagai negara kafir. Robikin menjelaskan Indonesia justru merupakan negara damai atau Darussalam.

"Kekeliruan yang lain adalah dalam memahami jihad," kata Robikin dalam video yang diterima di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Robikin pun menjelaskan bentuk jihad yang sebenarnya perlu dilakukan dalam negara damai atau Darussalam tersebut. Pertama yaitu ikhtiar atau sungguh-sungguh dalam mengendalikan hawa nafsu agar tidak melakukan distruktif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Jihad selain itu juga berikhtiar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus berjuang agar masyarakat bangsa menikmati kesejahteraannya berbagai bidang termasuk bidang ekonomi.

"Kenapa? Karena ilmu pengetahuan dan teknologi sudah maju, perekonomian, kesejahteraan juga sudah meningkat, maka dua aspek itu akan menjadi pilar bangunan peradaban yang kokoh yang agung yang luhur, itu lah sebetulnya perintah agama," ujar dia.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Nasional
18 jam lalu

Gus Yahya Ungkap Strategi NU Naik Kelas Hadapi Tantangan Global

Nasional
1 hari lalu

Rais Aam Umumkan Pencopotan Gus Yahya dari Ketua Umum PBNU

Nasional
1 hari lalu

KH Miftachul Akhyar: Gus Yahya Bukan Ketum PBNU, Kepengurusan di Tangan Rais Aam

Nasional
2 hari lalu

Bantah Sabotase, PBNU Tegaskan Persuratan Digital Jaga Integritas Organisasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal