Memaknai Hari Lebaran

Komaruddin Hidayat

Ketika kita berkunjung ke rumah tetangga, saudara atau teman, berbagai hidangan sudah tersedia. Kenangan waktu kecil dulu, ruang tamu seakan disulap jadi warung, menyediakan berbagai makanan yang tentu saja gratis.

Kata lain yang serumpun adalah lebur. Idul Fitri merupakan momentum seseorang untuk melebur ke dalam jaringan sosial yang penuh semangat perdamaian dan egaliter. Kita saling memaafkan dan menghargai sesama manusia yang pada dasarnya adalah baik.

Sikap lebur hanya dimungkinkan jika kita memiliki pandangan positif serta respek pada yang lain. Untuk ini diperlukan jiwa yang lebar atau luas.

Ini terlihat dan terasakan, ketika Idul Fitri tiba, jiwa kita menjadi lebar, lapang, karena sekat-sekat yang membatasi persaudaraan telah kita robohkan. Kita saling memaafkan dan mendoakan.

Dalam bahasa Sunda juga dikenal kata lubar, yang artinya lapang. Kalau semua itu kita wujudkan dengan sungguh-sungguh maka muncul istilah labur. Dalam masyarakat Jawa, labur berarti membuat pagar dan tembok menjadi putih kembali. Begitulah semangat Idul Fitri, semoga kita berhasil membuat hati, pikiran dan perilaku menjadi putih kembali.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pelindo Catat 3 Pelabuhan Terpadat selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026, Apa Saja?

57 tahun lalu

Wamenhub Ungkap Sewa Jet Pribadi Meningkat saat Lebaran 2026

57 tahun lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

57 tahun lalu

Halalbihalal Dalam Islam: Pengertian, Sejarah dan Hikmahnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal