Menag Soroti Kekerasan di Pesantren: Relasi Kuasa Harus Dibatasi

Binti Mufarida
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (Foto: Dok. Kemenag)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti persoalan kekerasan di lingkungan pondok pesantren tidak bisa diselesaikan secara parsial atau hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Dia menilai, akar persoalan tersebut berkaitan erat dengan budaya relasi kuasa yang masih kuat di masyarakat.

Nasaruddin mengatakan, relasi kuasa yang timpang dapat membuka ruang penyalahgunaan apabila tidak disertai pengawasan dan standar yang jelas. 

“Persoalannya adalah bagaimana melakukan transformasi masyarakat dan berusaha mengeliminasi relasi kuasa. Ini adalah akar persoalan yang mendasar. Relasi kuasa dalam dunia pendidikan Islam harus diperkecil. Kita memerlukan sakralisasi nilai bahwa relasi kuasa yang timpang adalah sesuatu yang dilarang, baik secara agama, moral, maupun hukum negara,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya dikutip, Jumat (15/5/2026). 

Karena itu, Nasaruddin mendorong penguatan tata tertib yang tidak hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok pesantren.

“Tata tertib jangan hanya mengatur santri, tetapi juga pengelola pondok. Relasi kuasa seperti ini harus dibatasi dengan aturan yang jelas,” tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
10 jam lalu

Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo: 516 Santri Terdampak, Operasional SPPG Resmi Ditutup

2 hari lalu

Aksara Jawa Dikenalkan Lagi ke Generasi Muda, Ini Aksi Nyatanya!

6 hari lalu

Tak Maju Calon Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Pilih Fokus Jadi Menag

7 hari lalu

Heboh Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menag, Kemenag: Hoaks!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal