Dia menilai kemajuan suatu bangsa tidak berarti harus meninggalkan kebudayaan sendiri. Justru, kemampuan menjaga dan mengembangkan tradisi menunjukkan kepercayaan diri serta karakter masyarakatnya.
Menurut Nasaruddin, sarung telah melekat dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Indonesia. Pakaian tersebut juga mengandung nilai kebersamaan, kesetaraan dan kebebasan.
Adapun peci menjadi simbol kehormatan, kewibawaan, sekaligus identitas nasional. Penggunaannya kini tidak terbatas pada komunitas keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari busana nasional dalam berbagai acara kenegaraan.
"Sarung dan peci itu adalah pakaian kebangsaan, pakaian spiritual, pakaian budaya, pakaian kehormatan," katanya.
Nasaruddin menambahkan, Indonesia memiliki beragam jenis sarung dan penutup kepala tradisional yang berbeda di setiap daerah. Keragaman tersebut menjadi bukti kekayaan budaya yang terbentuk melalui perjalanan sejarah dan interaksi antarmasyarakat.