Gagasan tersebut mendapat respons dari Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama Basnang Said. Dia mengusulkan program Selasa Bersarung sebagai upaya membiasakan penggunaan sarung di lingkungan Direktorat Jenderal Pesantren.
Basnang menilai pemakaian sarung satu hari dalam sepekan dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap tradisi pesantren yang berperan dalam melestarikan kebudayaan Nusantara.
"Direktorat Jenderal Pesantren merencanakan, jika disetujui oleh Pak Menteri Agama, kami akan mencoba menetapkan satu hari kerja khusus di lingkungan Ditjen Pesantren untuk menggunakan sarung," kata Basnang.
Dia mengusulkan Selasa sebagai hari pelaksanaan program tersebut karena sarung dinilai serasi dipadukan dengan pakaian kerja putih yang biasa dikenakan pegawai.
"Semoga bisa kita anggap Selasa Bersarung. Kenapa? Karena kalau Selasa masih menggunakan baju putih, apa pun bentuk sarungnya tetap nyambung dengan bajunya," katanya.