Mendag Ingatkan Bahaya Telur Dijual di Bawah HET: Bisa jadi Langka dan Mahal

Tangguh Yudha
Mendag ungkap harga telur ayam tak boleh dijual terlalu murah di bawah HET. (Foto: iNews.id)

Menurutnya, penetapan harga acuan telur mempertimbangkan kepentingan peternak sekaligus konsumen. Perhitungannya mencakup biaya produksi, distribusi, hingga tingkat harga yang masih dapat dijangkau masyarakat.

"Jadi kita sudah hitung kenapa harganya Rp30.000 harga acuannya. Kita sudah hitung berapa biaya distribusi, berapa biaya produksi, kemudian berapa harga yang bisa terjangkau oleh masyarakat," tutur dia.

Dia menjelaskan harga acuan tersebut menjadi referensi dalam mempertemukan harga di tingkat produsen dan pembeli. Harga Rp30.000 per kilogram telah ditetapkan sejak Juni 2024 dan masih berlaku hingga saat ini.

"Sehingga harga itu sekarang sudah mencapai Rp26.800, artinya sudah mendekati HET (Harga Eceran Tertinggi). HET itu harga eceran tertinggi atau harga acuan, ini harga referensi atau harga pertemuan antara produsen dan pembeli," ujarnya.

Busan juga mengingatkan kondisi harga telur pada masa sebelumnya. Saat harga berada di kisaran Rp22.000-Rp23.000 per kilogram, sejumlah peternak mengeluhkan kesulitan memenuhi kebutuhan pakan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
14 jam lalu

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp102.250 per Kg, Mendag Ungkap Biang Keroknya

3 hari lalu

Mendag Klaim Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih di Bawah Acuan: Tetap Terjangkau Konsumen

3 hari lalu

Harga Kedelai Tembus di Atas Rp13.000 per Kg, Pemerintah Buka Peluang Subsidi Perajin Tahu-Tempe

16 hari lalu

Respons Mendag soal Beras Premium Langka di Ritel Modern, Minta Bulog Tambah Pasokan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal