Mendag Ingatkan Bahaya Telur Dijual di Bawah HET: Bisa jadi Langka dan Mahal

Tangguh Yudha
Mendag ungkap harga telur ayam tak boleh dijual terlalu murah di bawah HET. (Foto: iNews.id)

"Dulu kan pernah harga itu Rp22.000 sampai Rp23.000, sehingga banyak peternak itu demo membuang telur dan sebagainya. Karena dengan harga seperti itu tidak sanggup membeli pakan," lanjutnya.

Pemerintah, kata Busan, tetap berupaya menjaga harga telur agar tidak terlalu tinggi dan membebani konsumen. Pada saat yang sama, harga juga perlu berada di tingkat yang memungkinkan peternak mempertahankan produksinya.

"Tetapi kita juga hitung berapa harga pasnya, jangan sampai juga konsumen terbebani. Nah, makanya ketemulah harga yang pertemuan itu yaitu Rp30.000," pungkasnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
14 jam lalu

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp102.250 per Kg, Mendag Ungkap Biang Keroknya

3 hari lalu

Mendag Klaim Kenaikan Harga Bahan Pokok Masih di Bawah Acuan: Tetap Terjangkau Konsumen

3 hari lalu

Harga Kedelai Tembus di Atas Rp13.000 per Kg, Pemerintah Buka Peluang Subsidi Perajin Tahu-Tempe

16 hari lalu

Respons Mendag soal Beras Premium Langka di Ritel Modern, Minta Bulog Tambah Pasokan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal