Adapun, rincian desa yang hilang di tiap provinsi terdampak banjir dan longsor yakni, Aceh 21 desa dan Sumatra Utara (Sumut) 8 desa. Dia mengatakan, 29 desa itu hilang ada yang tertimbun longsor. Untuk itu, Kemendes PDT melakukan berbagai upaya.
"Pertama, kami mengoordinasikan dengan Kementerian/Lembaga, itu sudah pasti. Karena kami tetap mengacu kepada Keppres Nomor 1 Tahun 2026 di mana Pak Mendagri sebagai Ketua Satgas. Kemudian kedua, pemetaan dan pemutakhiran data desa-desa yang hilang, terus kami lakukan pemutakhiran data," ucapnya.
"Kemudian penyusunan perencanaan dan sebagainya. Penyediaan lahan, tadi sudah disinggung juga oleh Pak Menteri PKP, karena kami di bawah koordinasi beliau, untuk memastikan bahwa kalau terjadi relokasi, desanya aman, Pak Ketua. Tidak lagi terancam banjir atau longsor, sehingga itu menjadi desa yang aman dari bencana banjir yang akan datang," katanya.
Pemerintah juga akan merekonstruksi sarana dan prasarana dasar, seperti rumah, sarana pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya.
"Pemulihan ekonomi, ini penting di tingkat desa nanti. Ada desa tematik, UMKM, BUMDes, KOPDes, dan tentu ada pasar desa," ujar Yandri.