Menurut Abdul Mu’ti, hasil tes dapat menjadi acuan bagi siswa dan guru untuk mengidentifikasi materi yang belum dikuasai. Dengan begitu, pembelajaran selanjutnya dapat difokuskan pada aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja,” katanya.
Abdul Mu’ti juga menjelaskan, soal TKA disusun dengan standar yang memperhatikan validitas dan reliabilitas. Soal dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir siswa, termasuk melalui pertanyaan kontekstual yang menguji penalaran.
Dengan pendekatan tersebut, TKA tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam menghafal materi atau melakukan perhitungan secara langsung. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kemampuan akademik murid.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan Rokhmat Hidayat mengatakan, kesiapan siswa menghadapi TKA perlu didukung oleh sekolah dan orang tua. Persiapan yang matang dinilai penting agar murid dapat mengikuti tes dengan baik.