MAKASSAR, iNews.id - Perubahan yang berlangsung cepat membuat kemampuan pemimpin untuk beradaptasi semakin penting. Bukan hanya untuk menghadapi tekanan, tetapi juga untuk membaca perubahan, mengambil keputusan dalam situasi yang tidak selalu ideal, dan mengubah tantangan menjadi pembelajaran bagi organisasi.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam panel “Resilience Leadership: Turning Challenges into Growth” pada Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 di Sandeq Ballroom, Claro Hotel Makassar, yang akan digelar pada Kamis (8/10). Panel ini rencananya menghadirkan Co-CEO MNC Group Angela Tanoesoedibjo, People & Culture Director KALLA Disa Rizky Novianty, dan Presiden Direktur BCA Hendra Lembong.
Angela mengatakan, tantangan terbesar dalam memimpin perubahan justru sering muncul ketika cara lama sebenarnya masih bekerja dan masih menghasilkan.
“Yang paling sulit bukan meninggalkan sesuatu yang sudah gagal. Yang paling sulit adalah ketika cara lama masih bekerja, tetapi kita tahu bahwa kalau terus bergantung pada cara yang sama, kita akan semakin tertinggal. Di situlah leadership diuji: bagaimana menjaga bisnis yang ada tetap berjalan, sambil pada saat yang sama membangun organisasi yang lebih siap untuk masa depan,” kata Angela.
Menurut Angela, proses transformasi juga tidak dapat dilakukan dengan menghentikan bisnis yang sudah berjalan terlebih dahulu. Pemimpin harus mampu membawa organisasi berubah sambil tetap menjaga performa.