Mengapa Indonesia Rawan Bencana? Ini Penjelasan PVMBG

Dimas Choirul
Ilustrasi gempa bumi (Twitter/BMKG)

Aam, sapaan akrabnya mengatakan, hal tersebut tentunya menjadi perhatian semua pihak. Sebab, jenis bencana alam hidrometeorologi basah terjadi hampir di seluruh pulau yang ada Indonesia. "Dominannya di 2021 kita hidrometeorologi basah sehingga ini menjadi perhatian kita karena tren ini juga kemudian terjadi di 2022," jelasnya.

Karena itu, pihaknya telah memetakan tujuh provinsi yang paling sering terjadi bencana alam hidrometeorologi basah. Ketujuh provinsi itu yakni, Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

"Nah dari tujuh provinsi ini dari data yang dimiliki oleh BNPB ini setiap tahun selalu menjadi hotspot dalam artian provinsi-provinsi dengan tingkat kejadian bencana paling tinggi di Indonesia," ungkapnya.

Untuk itu, BNPB mengimbau bagi pemerintah daerah di tujuh provinsi tersebut agar benar-benar memerhatikan kondisi lingkungannya untuk dibenahi secara kolektif. "Kami meminta untuk melihat kembali kondisi lingkungan, kondisi sungai, kondisi alam pegunungan yang selama ini menjadi daerah tangkapan air daerah resapan air, kondisi daerah sepanjang aliran sungai yang mungkin selama ini terjadi penyempitan terjadi pendangkalan itu harus benar-benar kita benahi bersama selanjutnya," katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gunung Semeru 5 Kali Erupsi sejak Dini Hari, Status Masih Siaga

2 hari lalu

Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Status Waspada

5 hari lalu

Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 1,2 Km

8 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi Pagi Ini, Status Siaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal