Mengapa KKB Papua Disebut Kriminal Bukan Separatis atau Teroris? Ini Kata Mahfud MD

Ari Sandita Murti
Capres Cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD saat ditanya Rektor UMJ soal istilah KKB Papua. (Foto: YouTube/Universitas Muhammadiyah Jakarta)

JAKARTA, iNews.id - Mengapa penyebutan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua tidak menggunakan istilah teroris bersenjata? Hal ini ditanyakan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma'mun Murod kepada Cawapres Mahfud MD saat dialog Muhammadiyah di UMJ, Kamis (23/11/2023).

"Terkait KKB, kelompok kriminal bersenjata yang sudah jelas ingin melakukan makar, mau mendirikan negara sendiri, memberontak tapi istilahnya di media masih menggunakan istilah kriminal. Kenapa misal tak pakai teroris bersenjata," ujar Rektor UMJ Ma'mun Murod bertanya pada pasangan Capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Kamis (23/11/2023).

Cawapres Mahfud MD kemudian menjelaskan alasan KKB di Papua tidak digunakan istilah kelompok separatis atau teroris.

"Kita tetap memakai istilah KKB, kelompok kriminal bersenjata karena alasannya begini. Kalau kita pakai istilah KKSB, kelompok kekerasan separatis itu seperti yang mereka inginkan. Itu nanti kita boleh dicampuri luar negeri. Luar negeri bisa ikut campur kalau kita menyebut mereka separatis," ujar Mahfud.

Menurutnya, Indonesia tidak terpancing dengan melakukan penamaan istilah sebagaimana yang KKB inginkan. Seperti Kelompok Kemerdekaan Papua Barat atau bahkan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Sebab begitu digunakan istilah tersebut, sama halnya dengan membiarkan orang luar masuk. Negara lain masuk hingga PBB bisa mencampuri persoalan yang terjadi dengan Papua.

"Kita juga tak pakai teroris, tidak pakai istilah kelompok teroris bersenjata. Karena begitu bicara teroris, hukum acaranya itu luar biasa. Kalau kriminal biasa itu, orang ditahan 20 hari diperpanjang, kalau ini bisa berbulan-bulan, bisa setahun ditahan tanpa proses karena tujuan teroris itu tak bagus bagi perkembangan hukum kita," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Densus 88 Tangkap 7 Teroris Jaringan NII dan Ansharut Daulah pada Momen Nataru

Nasional
17 hari lalu

Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua

Nasional
17 hari lalu

700.000 Anak Papua Tak Sekolah, Ini Arahan Tegas Presiden Prabowo

Nasional
17 hari lalu

Dorong Swasembada Energi, Prabowo Ingin Papua Ditanam Sawit hingga Singkong

Nasional
17 hari lalu

Presiden Prabowo bakal Kunjungi Papua dalam Waktu Dekat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal