2. JDAM
JDAM merupakan kit yang dapat mengubah bom yang awalnya tidak berpemandu menjadi dapat dikendalikan menggunakan Global Positioning System (GPS). Kit tersebut dapat dipasang pada bom jenis MK82, MK83, dan MK84. Setelah dipasang JDAM, kode bomnya berubah menjadi GBU-38 (Bom MK82), GBU-32 (Bom MK83), dan GBU-31 (Bom MK84).
JDAM sangat akurat dalam penandaan target, bahkan tingkat kegagalannya sangat kecil.
Pemasangan kit JDAM pada bom konvensional dapat mendongkrak daya jangkau. Jangkauan rata-rata bom JDAM berkisar 15 sampai 28 kilometer.
Bahkan bom masih bisa mengenai target secara akurat dalam kondisi cuaca apa pun serta dapat diluncurkan pada jarak sangat jauh dari target.
Sistem navigasi dapat diandalkan untuk memperbarui senjata hingga mencapai target. JDAM mempunyai desain modular sehingga kit sensor laser bisa dipasang pada JDAM di lapangan hanya dalam waktu beberapa menit.
JDAM versi sayap dapat melipatgandakan jangkauan luncur senjata menjadi lebih dari 64 kilometer. JDAM Extended Range memiliki bobot 226 kilogram serta fitur sayap tambahan modular yang akan terbuka saat terbang.
Pesawat tempur TNI AU seperti F-16, Hawk, T-50i, dan Super Tucano, dapat dipersenjatai bom JDAM asalkan menggunakan pod pemandu atau litening. Selain itu, jet tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30 Flanker juga bisa mengusung JDAM meski harus dimodifikasi terlebih dulu.