Yudha Wastu Pramuka Satuan tempur terbesar Angkatan Darat yaitu Kostrad (Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat) juga menggunakan baret berwarna hijau. Baret ini memiliki lambang Cakra Sapta Agni dengan berbentuk senjata cakra dengan tujuh ujung berapi.
Pasukan lainnya yang menggunakan baret hijau adalah Batalyon Raider. Hanya saja Raider menggunakan baret berwarna hijau lumut dengan emblem perisai merah putih diagonal dengan elemen sangkur terhunus dan kilat di depannya.
Baret hijau juga digunakan Direktorat Zeni Angkatan Darat (Ditziad). Baret hijau Zeni menggunakan emblem Yudha Karya Satya Bhakti yang berarti mengabdi dengan setia dalam tugas perang dan pembangunan.
Bantuan Zeni di antaranya adalah konstruksi, destruksi, membuat rintangan, samaran, penyeberangan, dan menjinakkan bahan peledak. Perhubungan Angkatan Darat (Hubat) oleh satuan kecabangan Perhubungan juga mengenakan baret hijau. Mulai dari tingkat Direktorat Perhubungan Angkatan Darat, Badan Pelaksana Perhubungan, hingga tingkat pasukan yaitu Batalyon Perhubungan (Yonhub).
Gambar emblemnya adalah Kapota Yudha atau merpati perang yang dalam sejarah digunakan sebagai alat komunikasi jarak jauh. Emblemnya bertuliskan Cighra Apta Nirbhaya yang berarti cepat, tepat, dan aman. Kemudian yang juga menggenakan baret hijau adalah Perbekalan dan Angkutan (Bekang).
Baret ini digunakan satuan kecabangan Perbekalan dan Angkutan. Mulai dari tingkat Direktorat Perbekalan dan Angkutan Darat hingga Badan Pelaksana Perbekalan dan Angkutan. Bekang bertugas menyediakan logistik tempur dan angkutan perang.
Bekang memakai emblem Dhamagati Ksatria Jaya berupa bintang delapan dengan roda gigi dan bintang di bagian atas. Satuan kecabangan dari Penerbang Angkatan Darat (Penerbad), mulai dari tingkat Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) hingga tingkat skadron saat ini juga menggenakan baret berwarna hijau. Sebelumnya, Penerbad pernah mengenakan baret merah bata. Emblem lambang Puspenerbad yaitu Wira Amur atau prajurit terbang.