Mengenal Program Satu Desa Satu Faskes yang yang Diusung Ganjar-Mahfud

Felldy Aslya Utama
Pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD siap mengimplementasikan Program Satu Desa Satu Faskes di Indonesia . (Foto: MPI)

Sementara lewat Program Sat Set Ganjar-Mahfud, Ganjar-Mahfud GasPol berkomitmen untuk menciptakan program 1 Desa, 1 Faskes, 1 Nakes untuk memperkuat akses kesehatan terutama di desa. Selanjutnya, mencapai rasio dokter dan nakes ideal dengan kualitas pelayanan tinggi, memastikan akses puskesmas/pustu dengan masyarakat terutama di wilayah 3T dan perbatasan. Ganjar-mahfud juga memastikan anggaran kesehatan minimal 5% di luar gaji pegawai untuk memperbanyak program inovatif terutama infrastruktur dan program promotif-preventif.

Rekam Jejak Ganjar 

Program Ganjar-Mahfud MD ini tentunya tidak muluk-muluk. Rekam jejak Ganjar saat menjadi Gubernur Jawa Tengah selama dua periode telah membuktikan komitmennya menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Ganjar menyalurkan bantuan keuangan puskesmas sebesar Rp161.078.692.803, pada tahun 2013-2020 di Provinsi Jawa Tengah. Di masa kepemimpinannya, Ganjar juga membangun puskesmas hingga pelosok dengan rincian, pembangunan baru 47 puskesmas; pembangunan baru 11 puskesmas pembantu; pembangunan IPAL di 88 puskesmas dan pengadaan insinerator dan alat kesehatan di 11 puskesmas.

Langkah Implementasi Program

Untuk mengimplementasikan Program Satu Desa Satu Faskes, Ganjar-Mahfud akan membangun/merevitalisasi akses kesehatan di desa dengan membangun 49.344 puskesmas kelas C/pustu desa yang akan dibangun sampai dengan 2029. Selain itu, reorganisasi dan redistribusi tenaga kesehatan dengan mendistribusikan tenaga kesehatan di pedesaan untuk mencapai 100 persen ketersediaan ketersediaan dokter/nakes dan obat esensial di seluruh desa Indonesia.

Ganjar-Mahfud juga akan meningkatkan kuota mahasiswa kedokteran per-dosen (1:3 menjadi 1:5) dan peningkatan jumlah dosen hingga dua kali lipat dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis hingga 3-4 kali lipat.

Selanjutnya, pengimplementasian telemedicine dan layanan Konsul Keliling (KOLING) dengan merealisasikan digitalisasi layanan kesehatan. Tenaga kesehatan berkeliling dari pintu ke pintu rakyat untuk memberikan pelayanan dan pendataan status kesehatan serta asistensi rujukan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Eks Ketua KPU Ungkap Alasan Tak Verifikasi Ulang Dokumen Pendidikan Gibran

2 hari lalu

Hakim MK Tolak Gibran-Menkum Dihadirkan di Sidang Ijazah, Diganti Pemberi Keterangan Lain

10 hari lalu

Bawaslu: Tak Ada Laporan atau Temuan Pelanggaran soal Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024

12 hari lalu

Relawan Gibran Daftar Jadi Pihak Terkait di MK, Sebut Gugatan Denny Indrayana Sarat Tujuan Politik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal