Yerry bercerita, banyak hal didapat dengan selalu terlibat membantu masyarakat. Salah satunya belajar tentang karakter banyak orang. Termasuk pengalaman berinterkasi dengan masyarakat yang sangat luar biasa memberi kesan mendalam.
Namun, kisah sosial ini juga membuatnya sempat down ketika kehilangan sosok sahabat terbaik. Dia bercerita memiliki sahabat seorang dokter yang jiwa sosialnya sangat tinggi. Saat pandemi melanda, dokter ini terjun langsung ke lapangan memberi bantuan ke pemulung, pengemis, dan lainnya. Namun Tuhan berkata lain, dia terkena Covid-19 dan meninggal dunia.
"Dia selalu bantu kami. Dia ikut turun langsung lapangan bagi beras dan lainnya. Tapi beberapa hari kemudian, saya dengar dia sudah di rawat di RS karena Covid. Itu sangat menyedihkan, karena saya tidak bisa menjenguk dan dapat kabar dia meninggal dunia," beber dia.
Kendati telah meninggal, semangat sang dokter hingga kini tetap terpatri. Apalagi dia sempat berpesan bahwa aksi sosial harus tetap dijalankan karena banyak rakyat membutuhkan. "Ini pukulan mendalam. Dia seperti kakak dan orang tua. Dia selalu bersama dengan tim kami dan memberi nasehat. Saya tahu dia tetap ada, menjadi penyemangat buat kami," imbuh dia.