Budi bukan dokter. Ia memiliki latar belakang pendidikan fisika nuklir dan menghabiskan sebagian besar kariernya di sektor teknologi, perbankan, dan korporasi sebelum masuk ke pemerintahan.
Sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Budi pernah menjadi Direktur Utama Bank Mandiri. Ia kemudian dipercaya memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).
Di sektor kesehatan, Budi memimpin Kementerian Kesehatan Indonesia selama periode pandemi Covid-19 dan terlibat dalam berbagai agenda kesehatan global.
Pencalonannya juga mendapat sorotan karena pengalaman Budi di bidang keuangan dan tata kelola. Salah satu pengalaman internasional yang kerap dikaitkan dengan kiprahnya adalah keterlibatan Indonesia dalam pembentukan Pandemic Fund yang diluncurkan pada 2022.
Health Policy Watch menyebut pencalonan Budi sebagai sesuatu yang tidak lazim bagi organisasi yang secara historis banyak dipimpin figur berlatar belakang medis atau kesehatan masyarakat. Namun, pengalaman finansial dan korporasinya dinilai dapat menjadi perspektif berbeda di tengah persoalan pendanaan yang dihadapi WHO.