Karena itu, Budi menegaskan pemberian Oseltamivir harus mempertimbangkan kondisi pasien. Obat tersebut terutama diberikan kepada pasien dengan kondisi berat atau memiliki komorbiditas tinggi.
“Jadi pemberiannya harus benar-benar hanya diberikan orang-orang yang sakitnya berat atau komorbiditasnya tinggi. Gitu ya,” katanya.
Budi kembali memastikan ketersediaan Oseltamivir di rumah sakit. Namun, obat tersebut tidak diberikan kepada seluruh pasien influenza.
“Jadi, obatnya ada, cuma memang itu hanya diberikan di kasus-kasus yang komorbiditasnya tinggi atau parah. Gitu. Nggak semua orang dikasih obat, nanti bisa resisten malah bahaya,” katanya.