Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali. (Foto Kemenko PMK).
Binti Mufarida

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan Indonesia mempunyai kearifan lokal dalam penanganan bencana. Salah satunya seperti di Bali yang memiliki filosofi Tria Hita Karana.

“Indonesia juga memiliki kearifan lokal di bidang penanggulangan bencana yang sangat kaya. Salah satu contohnya adalah Bali, tuan rumah GPDRR yang memiliki filosofi Tri Hita Karana atau keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan dengan alam,” ungkap Muhadjir pada Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di BNDCC, Bali Pada Rabu (25/5/2022).

Sementara itu, forum GPDRR diselenggarakan sebagai wadah partisipasi stakeholder kebencanaan dalam pengurangan risiko bencana dimana komunitas penanggulangan bencana nasional dan internasional berkumpul untuk sharing knowledge dan best practice sebagai pembelajaran.

Pada Forum GPDRR tahun ini akan diikuti oleh 8.050 delegasi dari 193 negara dimana 4.821 delegasi akan hadir secara fisik dan 3.229 delegasi melalui platform online.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berharap  agenda ini dapat dijadikan momentum dalam upaya membangun ketangguhan atau resiliensi bangsa serta memberikan praktik baik dan rekomendasi bagi pemangku kebijakan.

“Saya mengharapkan pertemuan ini dapat menghasilkan praktik baik dan rekomendasi bagi pemangku kepentingan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana,” ujar Muhadjir.

Selain itu, Muhadjir menegaskan bahwa Indonesia telah mengadopsi pendekatan pentahelix berbasis masyarakat yang dikenal dengan gotong royong dalam mencapai resiliensi.

“Kami menegaskan pentingnya kolaborasi pentahelix, termasuk partisipasi dari Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media. Pada tingkat komunitas, kolaborasi tersebut diimplementasikan melalui program seperti Taruna Siaga Bencana dan Desa Tangguh Bencana,” tutur Muhadjir saat memberikan keterangan pers usai Opening Ceremony Forum GPDRR.

Semntara itu, bagi Indonesia sendiri Forum GPDRR ini memiliki arti penting dalam membantu proses pemulihan sosial-ekonomi di Indonesia serta meningkatkan kembali kewaspadaan publik domestik mengenai pentingnya pengurangan risiko bencana.

“Untuk itu, melalui forum ini Indonesia mengajak para pemimpin dunia bekerja sama dalam mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim dan pandemi,” pungkasnya.


Editor : Faieq Hidayat

BERITA TERKAIT