Menko PMK : Pengentasan Stunting di RI Kalah dari Malaysia dan Singapura

Binti Mufarida
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto dok Kemenko PMK).

“Stunting itu bukan pendeknya orang atau bukan ringannya, kurang bobot atau pendek panjangnya bayi, tapi sebetulnya adalah otak, itu hanya indikator saja untuk mengetahui bahwa dia punya potensi stunting itu kalau panjangnya bayi kurang atau beratnya kurang. Tetapi sebetulnya itu menjadi petunjuk bahwa otaknya tidak tumbuh dengan baik,” kata Muhadjir.

Muhadjir pun mengatakan bahaya stunting ini sama dengan bahayanya penyakit-penyakit menular maupun penyakit menular yang lain. Oleh karena itu, kata Muhadjir, saat ini dari Kementerian Kesehatan ada kebijakan setiap Puskesmas nanti diberi alat USG. 

“Nanti akan diukur panjangnya beratnya itu sudah bisa diperkirakan, termasuk diameter kepala karena diameter kepala ini akan bisa dilihat kira-kira dia punya potensi stunting. Kalau masih di dalam kandungan itu peluang untuk diintervensi dengan asupan gizi ataupun obat melalui sang Ibu, itu lebih mudah daripada jika dia sudah lahir menjadi bayi,” katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Periksa Muhadjir Effendy, KPK Dalami Kuota Haji Tambahan 2022

Nasional
3 hari lalu

Muhadjir Effendy Tiba di KPK, Diperiksa terkait Kasus Kuota Haji

Nasional
3 hari lalu

Ini Alasan KPK Panggil Muhadjir Effendy terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Nasional
3 hari lalu

Muhadjir Effendy Dipanggil KPK terkait Kasus Kuota Haji, Minta Dijadwal Ulang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal