Menko PMK : Pengentasan Stunting di RI Kalah dari Malaysia dan Singapura

Binti Mufarida
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto dok Kemenko PMK).

“Stunting itu bukan pendeknya orang atau bukan ringannya, kurang bobot atau pendek panjangnya bayi, tapi sebetulnya adalah otak, itu hanya indikator saja untuk mengetahui bahwa dia punya potensi stunting itu kalau panjangnya bayi kurang atau beratnya kurang. Tetapi sebetulnya itu menjadi petunjuk bahwa otaknya tidak tumbuh dengan baik,” kata Muhadjir.

Muhadjir pun mengatakan bahaya stunting ini sama dengan bahayanya penyakit-penyakit menular maupun penyakit menular yang lain. Oleh karena itu, kata Muhadjir, saat ini dari Kementerian Kesehatan ada kebijakan setiap Puskesmas nanti diberi alat USG. 

“Nanti akan diukur panjangnya beratnya itu sudah bisa diperkirakan, termasuk diameter kepala karena diameter kepala ini akan bisa dilihat kira-kira dia punya potensi stunting. Kalau masih di dalam kandungan itu peluang untuk diintervensi dengan asupan gizi ataupun obat melalui sang Ibu, itu lebih mudah daripada jika dia sudah lahir menjadi bayi,” katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
5 hari lalu

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Karhutla, Personel Gabungan dan Alutsista Ditambah

7 hari lalu

Instruksi Prabowo, Pemerintah Cairkan Rp1,23 Triliun Tangani Karhutla di 7 Provinsi

17 hari lalu

Momen Sugiono Pamit dari Kemlu, Pegawai Beri Salam Perpisahan

24 hari lalu

Resmi Jadi Menko PMK, Sugiono Prioritaskan Penguatan Pendidikan hingga Kesehatan 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal