Menkomdigi Sebut Sextortion Makin Marak, Perempuan dan Anak Jadi Target Utama di Medsos

Annastasya Rizqa
Menkomdigi Meutya Hafid (dok. Komdigi)

JAKARTA, iNews.id – Kasus sextortion atau pemerasan berbasis konten intim di media sosial kian mengkhawatirkan. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkap perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentan terhadap kejahatan digital tersebut.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital yang pesat membuat distribusi konten menjadi sangat mudah, sementara pelaku dapat bersembunyi di balik anonimitas. Hal ini membuka celah besar bagi berbagai kejahatan, mulai dari pemerasan hingga eksploitasi korban.

"Ranah digital mempermudah orang melakukan pemerasan, penipuan, human trafficking terhadap perempuan. Ini menunjukkan bahwa kita harus sama-sama melindungi perempuan di ruang digital," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima iNews.id, Selasa (21/4/2026).

Sextortion biasanya bermula dari interaksi sederhana di media sosial. Pelaku kemudian memanipulasi korban untuk mengirimkan konten pribadi, yang selanjutnya digunakan sebagai alat ancaman untuk meminta uang atau keuntungan lain.

Fenomena ini diperparah dengan tingginya penggunaan media sosial di Indonesia. Dengan jutaan pengguna aktif setiap hari, ruang digital menjadi lahan subur bagi pelaku untuk mencari target baru, terutama dari kalangan remaja.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
Nasional
14 hari lalu

Terapkan WFH, Menkomdigi: Kita Contohkan Kerja dari Luar Kantor Tetap Beri Hasil Maksimal

Internet
21 hari lalu

Panggil Google dan Meta, Menkomdigi Pastikan Jaga Keamanan Anak di Ruang Digital

Nasional
21 hari lalu

Meta dan Google Langgar PP Tunas, Menkomdigi Kirim Surat Pemanggilan

Nasional
4 hari lalu

IJTI Audiensi dengan KSP, Dorong Regulasi Tegas dan Standar Etika di Media Sosial demi Ekosistem Pers yang Sehat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal