Ia mengingatkan pengalaman krisis pangan global saat El Nino 2023-2024, ketika sejumlah negara membatasi ekspor beras. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar tidak boleh bergantung pada impor. Perluasan areal tanam melalui pembukaan sawah baru menjadi salah satu kunci peningkatan produksi nasional.
Selain itu, Amran menyampaikan apresiasi atas capaian percepatan swasembada yang sebelumnya berhasil diraih lebih cepat dari target. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta dukungan petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
“Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Ini kerja kolaboratif. Babinsa, PPL, Kepala Dinas, Gubernur, Bupati, semua terlibat. Karena itu saya minta semangat yang sama untuk menyelesaikan target cetak sawah ini,” ucapnya.
Ia pun mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lengah. Target penyelesaian kontrak cetak sawah hingga Maret 2026 harus menjadi prioritas bersama, dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.
“Saya mohon ini diselesaikan dengan baik. Gerakkan semua kekuatan di lapangan. Nama Indonesia sudah baik di mata dunia, jangan ada celah. Satu bulan ini harus kita tuntaskan,” tegasnya.