Menteri Nasir: Boleh Bahas Marxisme dan Khilafah di Kampus, Asal....

Antara
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir memperbolehkan pembahasan paham-paham seperti marxisme dan khilafah di kampus. Namun, pembahasan itu sebatas untuk tujuan ilmu pengetahuan dan di bawah bimbingan dosen.

“Mengkaji ilmu pengetahuan di kampus silakan, yang tidak boleh adalah memilih itu sebagai ideologi, karena negara telah menetapkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Pancasila,” kata Nasir kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/7).

Nasir mengingatkan, Indonesia memiliki empat pilar kebangsaan yakni NKRI, Pancasila sebagai ideologi bangsa, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi negara, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Empat pilar itu yang harus dipegang teguh oleh seluruh masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Dia mengatakan, paham-paham di luar Pancasila dapat dibahas dan dikaji dalam bentuk kajian akademik dan secara terbuka atau di mimbar akademik.

“Batasannya adalah mengomparasikan. Katakanlah, kalau orang berbicara tentang Pancasila, berbicara tentang ideologi suatu negara, bagaimana negara-negara lain yang punya pengalaman ideologinya, katakan marxisme, negara pakai ideologi kapitalis, ada satu negara khilafah, kenapa mereka melakukan itu, sejarahnya bagaimana mereka terjadi,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
15 hari lalu

Prabowo Ajak Universitas Inggris Bangun 10 Kampus Standar Dunia di RI

Destinasi
19 hari lalu

Universitas di Korea Perketat Aturan, Pelaku Kekerasan Ditolak Masuk Perguruan Tinggi

Nasional
21 hari lalu

82 Kampus Ikut Turun Tangan Pulihkan Sumatra, Kirim Ribuan Relawan

Nasional
21 hari lalu

Prabowo Ingin 80 Persen Alokasi Beasiswa LPDP untuk Bidang STEM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal