Menteri Nasir: Boleh Bahas Marxisme dan Khilafah di Kampus, Asal....

Antara
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. (Foto: ANTARA)

“Tapi Indonesia tidak pernah memilih itu, Indonesia telah memilih NKRI, Pancasila sebagai ideologi negara, Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya melanjutkan.

Nasir mengatakan, empat pilar kebangsaan adalah hasil pemikiran para pendahulu yang berasal dari berbagai latar belakang yang bertujuan untuk merajut kebersamaan dalam Indonesia yang satu. Sekalipun membahas paham-paham seperti marxisme, maka hanya sebatas kajian internal antara mahasiswa dan dosen dan tidak untuk konsumsi publik.

“Ini hanya untuk konsumsi internal di dalam kajian akademik, kalau kajiannya dibawa keluar berarti propaganda, itu tidak boleh,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Nasir juga meminta seluruh rektor perguruan tinggi dan direktur politeknik di seluruh Indonesia untuk mendata nomor kontak telepon dan media sosial baik dosen, pegawai maupun mahasiswa. Dia berdalih pendataan itu untuk mencegah radikalisme.

“Kalau mereka terpapar radikalisme katakan tergabung HTI (Hizbut-Tahrir), maka nanti kita akan cek apakah benar, melalui profiling, kalau datanya sudah ada maka profilingnya akan lebih cepat. Kalau memang itu terbukti, maka kita harus edukasi mereka, harus kembali ke NKRI,” katanya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Lulusan Membeludak, Kemendiktisaintek akan Tutup Prodi Tak Relevan dengan Industri

Nasional
23 hari lalu

Kemendikti Soroti Kasus Mahasiswa FH UI, Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan Seksual di Kampus

Nasional
24 hari lalu

Perlu Keadilan Ekosistem Pendidikan Tinggi

Nasional
1 bulan lalu

Prabowo Dorong Kampus Riset Perumahan untuk Kebut Program 3 Juta Rumah

Nasional
1 bulan lalu

Mendikti Kaji Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Semester 5 ke Atas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal