Dia menilai, anggapan bahwa wartawan harus selalu kuat menghadapi berbagai situasi berisiko dapat membuat persoalan kesehatan mental sulit diakui. Padahal, memahami kondisi diri dan mengetahui kapan membutuhkan jeda merupakan hal penting untuk menjaga keberlangsungan kerja jurnalistik.
Selain dukungan dari perusahaan media, Meutya mendorong jurnalis menyempatkan diri berolahraga di tengah kesibukan. Aktivitas fisik dinilai dapat menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan kondisi fisik dan pikiran di tengah padatnya pekerjaan.
"Kuncinya adalah jeda dari satu peliputan berat ke peliputan berat lainnya. Sempatkan apa pun itu olahraga demi menghargai kesehatan mental kita," pungkas Menkomdigi.