Minim OTT, KPK Terkendala Proses Penyadapan

Arie Dwi Satrio
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata. (Foto: Dok. Sindo Media).

Menurutnya, proses penyadapan tidak bisa dilakukan dari rumah. "Jadi enggak memungkinkan untuk melakukan penyadapan dalam jumlah nomor yang banyak. Enggak bisa kita ikuti hal seperti itu," tuturnya.

Dia menyampaikan, telah berupaya mencari cara agar kegiatan penindakan tidak menurun selama pandemi. KPK saat ini lebih banyak melakukan kegiatan penyidikan terbuka atau mengkonstruksi kasus (case building).

"Jadi tidak hanya dengan mengandalkan alat sadap yang para calon koruptor mulai belajar dari praktik-praktik sebelumnya, belajar dari persidangan perkara korupsi, sehingga mereka lebih hati-hati dalam melaksanakan percakapan atau menggunakan HP untuk transaksi, misalnya," ucapnya.

Selain itu, dia menilai para koruptor mulai banyak yang pintar. Mereka, lanjut dia tidak lagi menggunakan handphone (HP) saat berkomunikasi membicarakan niat jahat korupsi karena banyak koruptor yang terjaring OTT akibat ceroboh dalam berkomunikasi lewat HP.

"Jadi OTT ini betul-betul kita tergantung pasa kecerobohan pengguna hp itu. Ketika mereka tidak hati-hati menggunakan hp mereka, sehingga kelepasan ngomong, kemudian bisa diikuti dan seterusnya," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

Jokowi Setuju UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, Sebut Revisi 2019 Inisiatif DPR

Nasional
15 hari lalu

Noel Ebenezer Respons KPK OTT Lagi: Bikin Konten, Bukan Penegakan Hukum

Nasional
16 hari lalu

Update OTT KPK di Kantor Bea Cukai: 17 Orang Ditangkap

Buletin
17 hari lalu

KPK OTT di Kalsel, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal