Minum Oli Bikin Stamina Kuat? Dokter: Sangat Menyesatkan!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi oli kendaraan. (Foto: Ilustrasi AI)

Dia menyoroti, konten ekstrem yang menyebar luas sering kali dianggap sebagai bukti kebenaran, terutama ketika mendapatkan banyak respons dari pengguna lain.

"Banyak yang menganggap like dan share sebagai validasi, padahal itu bukan bukti ilmiah," tegasnya.

Selain itu, rendahnya literasi kesehatan masyarakat turut memperparah kondisi. Banyak orang belum mampu membedakan informasi berbasis bukti ilmiah dengan sekadar testimoni atau pengalaman pribadi yang belum tentu benar.

Menurut Dicky, fenomena ini tidak bisa dipandang remeh karena berpotensi menimbulkan dampak luas dalam konteks kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan adanya risiko social contagion effect, yaitu kecenderungan perilaku berbahaya untuk ditiru secara massal.

"Kalau dibiarkan, ini bisa memicu klaster keracunan massal dan membebani fasilitas kesehatan seperti IGD dan ICU," ujarnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

MUI Tegaskan Minum Oli Haram!

57 tahun lalu

Viral Warga Makassar Minum Oli, Klaim Pegal Linu Hilang Semua!

57 tahun lalu

Motor Jarang Dipakai, Apakah Ganti Oli Berdasarkan Waktu atau Jarak Tempuh?

57 tahun lalu

Mengintip Standar API SQ pada Oli Kendaraan, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal