Miris! 200 Madrasah Rusak di Lebak, Kemenag: Bantuan Terbatas dan Harus Bergilir

Fariz Abdullah
Salah satu madrasah rusak di Lebak yang menunggu bantuan rehabilitasi dari pemerintah pusat. (Foto: MPI/Fariz Abdullah)

“Jadi bergilir karena yang mengajukan bantuan cukup banyak. Belum lagi, banyak madrasah-madrasah baru. Tahun 2025 ini saja, ada sekitar 18 lembaga yang mendapatkan izin operasional,” katanya.

Pada 2024 lalu, hanya 45 madrasah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi gedung.

Menurut Slamet, masyarakat yang membangun madrasah seharusnya siap secara finansial untuk menyediakan fasilitas yang nyaman bagi siswa.

“Madrasah itu kan dari masyarakat. Nah seharusnya mereka ketika membangun madrasah ya harus siap. Fasilitasnya harus lengkap. Padahal saat ini, ada aturan bahwa madrasah yang baru itu tidak boleh menerima bantuan di 2 tahun awal,” ucapnya.

Sayangnya, banyak madrasah yang dibangun ala kadarnya sehingga bergantung pada bantuan pemerintah.

Slamet menegaskan, bantuan untuk madrasah bisa diajukan melalui sistem EMIS. Madrasah dapat menginput kondisi nyata bangunan sehingga pemerintah dapat menilai kelayakan penerima bantuan.

“Nanti pemerintah memutuskan, madrasah mana yang paling urgent untuk mendapatkan bantuan. Jadi tidak semuanya,” ucapnya. 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
11 bulan lalu

Olimpiade Madrasah 2025 Dimulai, Siap Cetak Generasi Sains dan Teknologi Berakhlak

12 bulan lalu

BTU Pendidikan Pancasila Didorong Jadi Instrumen Strategis di Sekolah dan Madrasah

2 tahun lalu

Kekurangan Kelas, Sebagian Siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Lebak Belajar di Luar

2 tahun lalu

Madrasah Ibtidaiyah Darul Ulum Lebak Tak Dapat Makan Bergizi Gratis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal