Miris! BPS Temukan Keluarga Mampu Masih Nikmati Bansos

Binti Mufarida
Ilustrasi BPS temukan fakta bahwa keluarga mampu masih menikmati bansos (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan masih ada keluarga mampu yang menerima bantuan sosial (bansos). Hal itu terungkap usai pihaknya melakukan verifikasi ulang.

Verifikasi dan background check tersebut dilakukan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKM) pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hasilnya, ditemukan sebanyak 1,9 juta data yang inclusion atau exclusion errors.

"Dari hasil ground-checking ada 1,9 juta lebih data yang disebut inclusion errors, mereka semestinya tidak dapat (bantuan), tapi selama ini dapat bantuan. Ada juga exclusion errors, yang mestinya dapat tapi tidak dapat,” ucap Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat Konferensi Pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (3/6/2025).

Keluarga mampu tersebut akhirnya dihapuskan dari data sistem agar tidak menerima bansos program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada triwulan kedua tahun ini.

Dari 1,9 juta keluarga penerima bansos, 616.367 di antaranya adalah penerima PKH. Sedangkan 1.286.066 KPM lainnya adalah penerima BPNT.

Selain itu, Gus Ipul memastikan proses verifikasi ini akan membuat penyaluran lebih tepat sasaran. Sehingga, penyaluran ini bisa menghemat anggaran bansos hingga Rp14,4-17,9 triliun. 

“Program Keluarga Harapan dan Sembako ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran. Untuk itulah dari awal Presiden memerintahkan kepada kami semua, kita, untuk konsolidasian data dan yang diberi tugas adalah Kepala BPS dan segenap jajaran,” katanya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Okupansi Hotel Berbintang di Mei 2026 Naik gegara Banyak Libur Panjang, Ini Datanya!

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap Penyebab Neraca Dagang RI Tiba-Tiba Defisit di Mei 2026

57 tahun lalu

Surplus 72 Bulan Berakhir! Neraca Dagang Mei 2026 Defisit 1,61 Miliar Dolar AS

57 tahun lalu

Inflasi Juni 2026 Tembus 0,44%, Kenaikan Harga BBM dan Tiket Pesawat jadi Pemicu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal