Muhammadiyah Desak Pemerintah dan DPR Buat Lembaga Pengawas Khusus Yayasan Filantropi

Martin Ronaldo
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu"ti (foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak pemerintah dan DPR membuat membentuk lembaga khusus untuk pengawasan organisasi atau yayasan filantropi. Hal ini menyusulnya adanya kasus dugaan penyelewengan dana yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Memang harus diperkuat dan kemudian dibuat pengawasan lembaga khusus atau lembaga independen, kalau kita lihat seperti BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) itu kan ada pengawasannya yang dimana itu dipilih oleh DPR pengawasnya," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, Sabtu (9/7/2022).

Menurutnya, uang yang mengendap di suatu lembaga apabila tidak terdapat pengawasan, maka akan dapat menimbulkan potensi penyelewengan.

"Karena apa? Itu uang triliunan kalau tidak ada yang mengawasi, yang namanya uang tetap saja uang," jkatanya sambil tertawa.

Menurut Abdul, selama ini pengawasan terhadap lembaga filantropi di Indonesia belum maksimal. Apalagi jika lembaga-lembaga atau yayasan tersebut tidak masuk dalam naungan Kementerian Agama dan Kementerian Sosial.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
13 hari lalu

Anwar Abbas Respons Polemik Materi Pandji di Mens Rea: Bangsa Ini Butuh Kritik

Nasional
13 hari lalu

Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Tak Terlibat dalam Pelaporan Pandji Pragiwaksono ke Polisi

Nasional
13 hari lalu

PP Muhammadiyah Tak Akui Kelompok yang Laporkan Pandji ke Polisi

Seleb
14 hari lalu

Pandji Pragiwaksono di Mens Rea: NU dan Muhammadiyah Urus Tambang, Rezeki Anak Sholeh!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal