Muhammadiyah Desak Pemerintah dan DPR Buat Lembaga Pengawas Khusus Yayasan Filantropi

Martin Ronaldo
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu"ti (foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak pemerintah dan DPR membuat membentuk lembaga khusus untuk pengawasan organisasi atau yayasan filantropi. Hal ini menyusulnya adanya kasus dugaan penyelewengan dana yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Memang harus diperkuat dan kemudian dibuat pengawasan lembaga khusus atau lembaga independen, kalau kita lihat seperti BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) itu kan ada pengawasannya yang dimana itu dipilih oleh DPR pengawasnya," ujar Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, Sabtu (9/7/2022).

Menurutnya, uang yang mengendap di suatu lembaga apabila tidak terdapat pengawasan, maka akan dapat menimbulkan potensi penyelewengan.

"Karena apa? Itu uang triliunan kalau tidak ada yang mengawasi, yang namanya uang tetap saja uang," jkatanya sambil tertawa.

Menurut Abdul, selama ini pengawasan terhadap lembaga filantropi di Indonesia belum maksimal. Apalagi jika lembaga-lembaga atau yayasan tersebut tidak masuk dalam naungan Kementerian Agama dan Kementerian Sosial.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran

57 tahun lalu

Godok RUU Pemilu, Komisi II DPR bakal Datangi NU hingga Muhammadiyah

57 tahun lalu

Puluhan Tokoh Siap Jamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Din Syamsuddin Turut Pasang Badan

57 tahun lalu

Muhammadiyah Dorong Penguatan Tata Kelola MBG, Siap Jadi Mitra Strategis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal