Muhammadiyah Tak Sepakat Polri di Bawah Kementerian: Bisa Muncul Problem Baru

Tim iNews
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (dok. Muhammadiyah)

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik dilakukan reformasi dari dalam. Itu jauh lebih substantif,” ujarnya.

Haedar juga mengingatkan bahwa menempatkan institusi seperti TNI atau Polri di bawah kementerian berisiko menambah persoalan birokrasi. Dia menilai, reformasi birokrasi di tingkat kementerian sendiri belum sepenuhnya tuntas dan masih dihadapkan pada persoalan korupsi.

“Kalau ditempatkan di bawah kementerian, bisa muncul problem baru. Reformasi birokrasi di kementerian saja belum selesai,” katanya.

Menurut Haedar, mempertahankan Polri tetap berada di bawah Presiden dengan disertai perbaikan internal yang berkelanjutan merupakan pilihan paling rasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga konsistensi arah reformasi sekaligus mencegah munculnya kontroversi di tengah masyarakat.

“Supaya tidak muncul kontroversi yang membuat rakyat bingung soal arah bangsa ini ke mana,” ucapnya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
2 hari lalu

17.628 Personel Dikerahkan Amankan Aksi di Jakarta Hari Ini

3 hari lalu

2.373 Polisi Amankan Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia di GBK Malam Ini

4 hari lalu

50 Pati Polri Naik Pangkat, Ada Kadivhubinter hingga Kapolda Sulut

4 hari lalu

Pecah Bintang, Ada 34 Jenderal Baru Polri di September 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal