"Bersama kita menegaskan Palestina adalah negara dengan Yerusalem sebagai ibu kota," katanya.
Menurut Maruf, keputusan AS menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sesungguhnya menambah ketidakpastian global dalam upaya menjaga keamanan di kota suci tersebut. Kebijakan itu pun menunjukan standar ganda politik luar negeri AS. Mereka mengklaim sebagai juara demokrasi tetapi di sisi lain justru mendukung penjajahan Israel atas Palestina.
"Persetujuan AS menegaskan terjadinya penjajahan. Bentuk penjajahan itu sudah diperlihatkan dalam berbagai aksi kekerasan yang berada di luar batas-batas kemanusiaan," ungkapnya.