Dia menjelaskan, program Standardisasi Dai yang digagas MUI bertujuan membentengi umat dari pemahaman yang menyimpang sekaligus menjaga kualitas moral para pendakwah. Melalui pembinaan tersebut, para dai diharapkan dapat menjadi teladan dan tidak terjebak dalam gaya ceramah yang hanya mengedepankan sensasi.
"Saya tidak perlu menyampaikan sudah mengislamkan berapa orang atau sudah menginsafkan berapa orang, tapi dakwah seperti itu tidak benar. Itu saja," tegasnya.
Cholil juga mengingatkan pentingnya sikap saling menasihati dengan mengedepankan dakwah yang santun dan moderat atau wasathiyatul Islam.
MUI berharap para dai senantiasa mengutamakan ukhuwah Islamiyah serta menghindari perkataan dan tindakan yang dapat mencederai kehormatan agama.