Dalam konteks seni Islam dan upaya membangun keguyuban masyarakat, dia mengingatkan agar ekspresi budaya tidak berubah menjadi pertunjukan yang menampilkan simbol setan ataupun penyembelihan hewan dengan cara yang tidak baik.
“Itu bukan ajaran Rasulullah,” ujar Cholil.
Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah itu mengimbau panitia penyelenggara serta masyarakat untuk mengembalikan tradisi peringatan Maulid Nabi sesuai arahan para ulama terdahulu, sebagaimana dirumuskan Imam As-Suyuthi.
Ketua Badan Pengurus DSN MUI itu juga berharap panitia penyelenggara di berbagai daerah lebih selektif, bijaksana, dan berhati-hati ketika merancang ekspresi seni budaya Islami.
Cholil menegaskan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus tetap menjaga kesuciannya. Momentum tersebut diharapkan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat persaudaraan sesama umat.
“Jangan menyimpang,” kata Cholil.