Muncul Fenomena Kawah Telur Ceplok usai Anak Krakatau Erupsi, Ini Penjelasan Pakar

Binti Mufarida
Fenomena kawah 'telur ceplok' di area Gunung Anak Krakatau (Dok. Istimewa)

"Jadi, fenomena ini merupakan proses geokimia alami di lingkungan kawah vulkanik aktif, bukan sesuatu yang aneh, misterius, atau pertanda bahaya," ujarnya.

Daryono menjelaskan, kemunculan fenomena tersebut dapat dipahami sebagai rangkaian perubahan aktivitas di kawah setelah erupsi besar Anak Krakatau pada 3 September.

"Jadi urutannya kira-kira erupsi besar Anak Krakatau 3 September, aktivitas permukaan kemudian mereda, rekaman udara menampilkan genangan kawah dengan pola kuning-putih, video mulai viral 18 September, 19 September pemberitaan makin meluas dan masyarakat ingin tahu apa sebabnya?" ujar Daryono.

Dia menambahkan, istilah telur ceplok bukan merupakan nama resmi dalam vulkanologi, melainkan sebutan publik untuk menggambarkan penampakan visual tersebut.

"Catatan penting: istilah telur ceplok tampaknya adalah sebutan publik untuk penampakan visual tersebut, bukan nama fenomena vulkanologi resmi," katanya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
3 hari lalu

Wartawan Parlemen Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang: Kami Optimistis Ditemukan Selamat

4 hari lalu

Haru! Gubernur Banten Kenang 5 Jurnalis: Kami Sempat Diskusi Kurang dari 24 Jam sebelum Hilang

4 hari lalu

Pencarian 5 Jurnalis Hilang Dihentikan, Pemred iNews: Kami Masih Mengharapkan Keselamatan

4 hari lalu

Breaking News: Pencarian Jurnalis iNews dan 7 Orang Lain Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal