Dia melanjutkan, "Anak saya, Putra, umur 17 tahun (4 tahun lalu) sudah jadi miliarder dan salah satu generasi muda brilian, alumni Pangudi Luhur Jakarta sering juara dan siswa berprestasi yang suatu saat akan dilirik atau minimal Presiden Freeport atau Pimpin Smelter Freeport dimiliki Jepang di Gresik," tambahnya.
"Itu keinginan saya sebagai orang tua, but let’s see the subsequent," terangnya.
Di sisi lain, Natalius Pigai menerangkan bahwa sudah menjadi tugas seorang ayah untuk menyekolahkan anak setinggi mungkin. Mimpi seorang anak baginya harus tercapai.
"Mereka sekolah dan saatnya ayahnya bekerja sebagai oposisi dan aktivis jalanan. Sekarang saya tidak punya rumah dan tanah dan tercatat di LHKPN KPK sebagai Menteri Termiskin di Kabinet," ujarnya.
"Tetapi prestasi anak-anak saya bernilai tinggi. Saya tidak sombongkan diri, saya termasuk menteri yang anak-anaknya masuk sekolah top dunia," sambungnya.