Negara-Negara Afrika Timur Akan Larang Produk Pemutih Kulit

Nathania Riris Michico
Sebuah toko menjual produk-produk pemutih kulit di Accra, 3 Juli 2018 (foto: Cristina Aldehuela/AFP)

Mary Yar, seorang warga Juba berusia 25 tahun, menggunakan produk-produk pemutih kulit selama bertahun-tahun dan akan terus melakukannya untuk menjaga warna kulitnya agar lebih cerah.

"Produk kecantikan untuk digunaan oleh perempuan karena dapat menonjolkan kecantikan. Produk ini membuat kulit anda cantik dan menambah nilai pada kulit anda," tutur Yar.

Namun warga Juba, Akuol Deng, yang juga berusia 25 tahun, menggunakan produk-produk pemutih kulit selama satu tahun, dia kemudian memutuskan untuk berhenti menggunakannya.

"Saya menggunakan sabun yang berbeda-beda, dan juga berbagai macam lotion. Dan saat saya sadar bahwa produk ini mengubah kulit, saya berhenti menggunakannya. Butuh tiga bulan untuk mendapatkan kembali warna kulit saya yang normal,” tuturnya.

Kenya dan Tanzania telah melarang penggunaan produk-produk pemutih kulit, namun para penyelundup terus dapat mencari cara untuk menyelundupkan produk-produk ini ke negara-negara tertentu untuk memenuhi permintaan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Israel Ingin Obrak-abrik Afrika dengan Mengakui Kemerdekaan Somaliland?

Internasional
1 bulan lalu

Profil Presiden Somaliland Abdirahman yang Teken Deklarasi Negara Merdeka Bersama Netanyahu

Nasional
2 bulan lalu

Gibran Tiba di Johannesburg untuk Hadiri KTT G20, Disambut Tarian Pantsula

Internasional
7 bulan lalu

Belum Puas! Presiden Uganda Mau Nyapres lagi hingga 7 Periode

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal