New Normal Segera Dimulai, GP Ansor Desak Pemerintah Perhatikan Pesantren

Riezky Maulana
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: ist)

Dengan desakan bersama-sama, Gus Yaqut optimistis pemerintah akan mendengar dan membuat kebijakan yang lebih matang. Pria yang juga menjabat wakil ketua Komisi II DPR ini berharap meski new normal tetap diberlakukan, kamar-kamar pesantren jangan sampai kosong karena tak adanya jaminan penerapan protokol kesehatan.

"Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama memikirkan karena selama ini kontribusi pesantren dan santri-santri kepada bangsa Indonesia juga sangat besar. Saya tidak ingin pandemi ini memakan korban yang banyak, khususnya sahabat kita di pesantren,” katanya.

Gus Yaqut mengungkapkan faktanya pandemi saat ini sudah memunculkan kesenjangan dan kecemburuan sosial. Untuk itu secara khusus dia menginstruksikan kepada kader Ansor untuk menjaga agar kecemburuan tidak sampai terjadi atau makin meluas. Caranya dengan saling menolong dan membantu.

"Kita sesama kader jangan berhenti saling menyapa, menjaga tali silaturahmi. Siapa tahu ada sabahat-sahabat kita alami kesulitan baik pekerjaan maupun pangan sebisa mungkin dibantu. Bagi yang berkelebihan jangan enggan bersedekah. Sedekah tidak akan mengurangi harta, tapi menambah rezeki kita,” ujarnya.

Gus Yaqut juga menyoroti potensi terjadinya krisis pangan di Indonesia. Kata dia, krisis pangan memang sekarang belum terasa karena di banyak wilayah para petani masih panen raya sehingga stok pangan masih terjaga.

Namun, merujuk ramalan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia akan mengalami musim kemarau yang panjang. Untuk itu sudah seharusnya ada langkah antisipatif agar kerawanan pangan ini tidak sampai menjadi. Dia menyebut beberapa kader Ansor seperti di Batang, Jawa Tengah, telah membuat lumbung pangan mandiri.

"Ini menjadi ide yang baik karena ada antisipasi agar tidak ada kejadian kelangkaan pangan, terutama di sekitar daerah dia tinggal," ucapnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
8 hari lalu

KPK Periksa Eks Menag Gus Yaqut terkait Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Nasional
28 hari lalu

Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Kekayaan Gus Yaqut Tembus Rp13,7 Miliar

Nasional
1 bulan lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Buletin
2 bulan lalu

Pemerintah Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny! Cak Imin Pimpin Peletakan Batu Pertama Pasca Bangunan Ambruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal